Mywhitepurple’s Blog

Archive for the ‘islam’ Category

Doa hakikatnya adalah penuntun kita untuk mengubah diri. Hidup kita tidaklah hitam putih seperti tv jaman dahulu. Tidaklah juga sestatis laut mati. Namun senantiasa bergerak. Penuh dengan tantangan dan kebutuhan. Sebab memang melalui kedua hal itulah Allah hendak menguji, mana hamba yang tetap pada fitrah kesucian dan mana yang tidak.

Kekuatan seseorang dalam mengubah dirinya menjadi salah satu faktor kunci kesuksesan memburu pertolongan Allah. Sehingga, andaikata saat ini hidup terus menerus sempit, kuliah tak juga berindeks prestasi (IP) bagus, hutang tak jua berkurang, jelas ada yang salah dengan diri kita.

Itu semua bukan karena Allah tidak mengabulkan keinginan kita. Bukan karena Dia tidak memerhatikan permohonan hamba-hambaNya. Namun amat sangat mungkin, sebabnya ialah karena hamba itu tidak mau membenahi dirinya. Enggan lepas dari kebiasaan-kebiasaan buruknya, merasa sungkan untuk meningkatkan ibadahnya.

“dan apabila hamba-hamba Ku bertanya padamu tentang Aku, maka jawablah bahwasannya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia mendoa kepada Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi segala perintah Ku dan hendaklah mereka beriman kepada Ku agar mereka selalu berada di dalam kebahagiaan (Al Baqarah 186)”

Jadi, introspeksi dirilah! Lihat kekurangan dan pikirkan apa yang mesti kita lakukan agar Allah mengabulkan doa kita. Misalnya ingin dimudahkan lulus ujian tetapi tidak meningkatkan kegigihan belajar, maka jangan salahkan siapapun bila kita kemudian tetap mengalami kesulitan luar biasa dalam mengerjakan soal-soal ujian.

Kekuatan doa pada dasarnya akan menjadi efektif apabila kita sanggup mengubah diri melalui doa itu. Ada seorang ibu, mengharapkan anak dan suaminya menjadi sholoeh. Tapi sholat sang ibu masih biasa-biasa saja, tidak ada pengingkatan. Maka jangan salahkan siapa pun ketika suami dan anaknya tidak mau berubah seperti yang dia harapkan. Tidak cukup hanya berdoa saja, sangatlah perku melihat kekurangan dan merubah apa yang bisa kita ubah.

sholat11Malam hari, disempatkan tahajud. Mulai menahan diri dari rakus memakan makanan (puasa). Kurangi bicara yang tidak bermanfaat. Jika doa semakin bagus, itu tandanya perubahan telah terjadi secara perlahan-lahan dalam diri kita.

Ibadah makin meningkat. Pengendalian diri pribadi hendaknya diperhatikan agar terhindar dari perilaku maksiat. Jika tidak mau melakukan itu, artinya meski kita berdoa setiap waktu tetap saja tidak ada yang berubah dari tingkah laku. Meminta tiada henti, maksiat juga tiada henti. Maka jangan salahkan siapa pun jika doa semacam ini ibarat gema kosong memantul begitu saja.

Sederhana, siapa pun yang ingin doanya dijabah, maka jangan perhatikan apa yang kita minta. Tetapi perhatikanlah apa yang bisa kita ubah dulu dari diri kita sendiri. Misalnya, jjika saat ini kita tengah dililit utang dan sebelumnya jarang ke mesjid, maka jangan ragu untuk berubah. Mulailah rajin mengunjungi mesjid dan sholat didalamnya.

masjidAndai terlintas di hati kita “ah malu, masak ke mesjid hanya kalau sudah punya hutang?” Ada baiknya kita balas lintasan hati tersebut dengan “mengapa harus malu? masak kita diundang oleh Allah lantas kita malu? mudah-mudahan setelah hutang lunas saya makin senang ke mesjid”. InsyaAllah dengan rajin ke mesjid, Allah akan memudahkan kita untuk melunasi hutang-hutang tersebut, berapa pun jumlahnya.

Sebab, bisa jadi hutang itu Allah adakan bagi kita sebab kelalaiannya kita dari mengingat-Nya. Allah mengingingkan, melalui kesulitan hutang tersebut kita kembali teringat kepada-Nya. Lebih dari itu, kita terpacu untuk meningkatkan ketangguhan ibadah kita.

Karena itu, Rasulullah Muhammad Saw. pernah bersabda “barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia telah beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia telah merugi. Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka orang itu terkutuk!”


dari buku “doa ajaran ilahi – kumpulan doa beserta tafsir”

jejen mustaf dan anis masykhur

doaNabi pernah bersabda “tidak akan berubah ketetapan Allah kecuali dengan (kekuatan) doa”. Maka dari itu, sungguh beruntung orang-orang yang diberi kenikmatan berdoa. karena dengan berdoa seseorang bisa mengenal kekecilan dirinya sebagai makhluk dan dapat mengenal kamahadasyatan Allah swt. Dengan berdoa seorang muslim bisa mempunyai rasa optimis dalam mengarungi hidupnya di dunia yang fana ini. Doa juga merupakan program seorang muslim atau sebuah target yang harus dicapai. Lebih besar lagi, dengan doa seseorang bisa merasakan keakraban yang lebih besar dalam lagi dengan Allah swt, yang kemudian akan berpengaruh sekali dalam menumbuhkan rasa ketentraman dan kedamaian yang luar biasa.

Jadi, sebenarnya doa yang paling penting bukanlah banyaknya ijabah (terkabulkan)-nya tapi bagaimana doa dapat mempengaruhi prilaku seorang muslim. Apakah doanya dapat membawa pada ketentraman batin, dapat menumbuhkan dan mengembangkan energi positifnya, meningkatkan tingkat produktivitasnya, dan menambah tingkat keakraban dengan Allah swt., yang telah menciptakan kita. Allah tidak membutuhkan doa kita. Tanpa berdoa pun permohonan kita telah dipenuhi (ijabah). Toh, Allah tidak pernah lupa memberi. Ambil contoh, kita tidak berdoa meminta makanan ternyata ada saja yang memberi kita makan. Dulu kita juga tidak memohon baju, tetap saja Allah menyediakan jalan agar kita berpakaian.

Hakikat Doa

Ada sebuah riwayat yang diceritakan oleh Ibnu Husain, yang kiranya patut ita renungkan. Isinya tentang firman Allah swt. yang berbunyi “demi kemuliaan dan kebesaran-Ku dan juga demi kemurahan dan ketinggian kedudukan-Ku di atas Arsy. Aku kan mematahkan harapan orang yang berharap kepada selain Aku dengan kekecewaan. Akan Aku pakaikan kepadanya pakaian kehinaan di mata manusia. Aku singkirkan ia dari dekat-Ku, lalu Kuputuskan hubunganKu dengannya”.

doa2“Mengapa ia berharap kepada selain Aku ketika dirinya sedang berada dalam kesulitan? Padahal sesungguhnya kesulitan itu berada di tanganKu dan hanya Aku yang dapat menyingkirkannya. Mengapa ia berharap selain Aku dengan mengetuk pintu-pintu lain padahal pintu-pintu itu tertutup? Padahal, hanya pintu-Ku yang terbuka bagi siapa pun yang berdoa memohon pertolongan dari-Ku.”

“Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya lalu Aku kecewakan? Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar lalu Aku putuskan harapannya? Siapakah yang pernah mengetuk pintu-Ku lalu tidak Aku bukakan?”

“Aku telah mengadakan hubungan langsung antara Aku dengan angan-angan dan harapan seluruh makhluk-Ku. Akan tetapi, mengapakah mereka malah bersandar kepada selain Aku? Aku telah menyediakan semua harapan hamba-hamba Ku tetapi mengapa mereka tidak puas dengan perlindunganKu.”

“Dan Aku pun telah memenuhi langitKu dengan para malaikat yang tiada pernah jemu bertasbih padaKu, lalu Aku perintahkan mereka supaya tidak menutup pintu antara Aku dan hamba-hamba Ku. Akan tetapi, mengapa mereka tidak percaya kepada firman-firmanKu.”

“Tidakkah mereka mengetahui bahwa siapa pun yang ditimpa oleh bencana yang Aku turunkan tiada yang dapat menyingkirkannya kecuali Aku? Akan tetapi, mengapa Aku melihat ia dengan segala angan-angan dan harapannya itu, selalu berpaling dari Ku? Mengapakah ia sampai tertipu selain Aku?”

“Apakah Aku yang memberi sebelum diminta, lalu ketika dimintai tidak Aku berikan? Apakah Aku ini bakhil, sehingga dianggap bakhil oleh hamba Ku? tidakkah dunia dan akhirat itu semua milik Ku? Tidakkah semua rahmat dan karunia semua berada ditangan Ku? Tidakkah dermawan dan kemurahan itu adalah sifat Ku?”

“Apa pula yang diharapkan oleh orang-orang yang berharap, andaikan Aku berkata kepada semua penduduk langit dan bumi “mintalah kepada Ku!” Aku pun lallu memberikan kepada masing-masing orang, pikiran apa yang terpikir pada semuanya.”

“Sungguh alangkah celakanya orang yang terputus dari rahmat Ku. Alangkah kecewanya orang yang berlaku maksit kepada Ku dan tidak memperhatikan Aku. Dan tetap melakukan perbuatan-perbuatan yang haram seraya tidak malu kepada Ku.”

Alangkah indah untaian firman Allah swt. di atas. Ya, memang kenapa kita selalu berpaling dari jaminannya? Tiada percaya akan pertolonganNya yang teramat dekat? Maka, sebuah tindakan bijak apabila kita kembali mengevaluasi kembali hubungan kita dengan Allah.

Sebuah bangunan terdiri dari bata-bata, jika satu batu bata hilang, maka bangunan itu tak hanya keindahannya saja yang hilang tapi juga kekuatannya.

Masyarakat dalah cermin dari keadaan keluarga. Jika keluarga sehat berarti masyarakatnya juga sehat. Jika keluarga bahagia, keluarga juga bahagia. Setidaknya, ada 5 faktor untuk membentuk keluarga sakinah diantaranya sebagai berikut.

klrg

Pertama, dalam keluarga ada mawaddah dan rahmah. mawaddah adlaah jenis cinta membara, yang menggebu-gebu. Kalau dalam bahasa Jawa disebut nggemesi. Kira-kira begitulah. Sedangkan rahmah adalah jenis cinta yang lembut, siap berkorban dan melindungi yang dicintai. Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga. Sebaliknya, rahmah, tidak cukup memberikan garansi.

Kedua, Hubungan suami dan istri harus atas berdasarkan saling membutuhkan. Seperti pakaian dan yang memakainya “hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna (QS Al Baqarah : 187). Kalau kita kaji lebih dalam, fungsi pakaian setidaknya ada tiga; menutup aurat, melindungi diri dari panas dan dingin, serta sebagai perhiasan. Suami terhadap istri, juga harus memiliki fungsi yang sama.

Jika istri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceritakan pada orang lain. Begitu juga sebaliknya. Jika istri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter. Begitu juga sebaliknya. Istri harus selalu tampil membanggakan suami, suami juga harus tampil membanggakan istri. Jangan terbalik, di luaran tampil menarik perhatian orang banyak. Tapi ketika di rumah, tampil tidak sedap dipandang mata.

ketiga, suami istri dalam bergaul memperhatikan hal-hal secara sosial dianggap patut (ma’ruf), tidak asal benar dan hak “wa’a syiruhunna bil ma’ruf (QS An Nissa : 19)”. Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma’ruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami istri yang berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya.

Keempat, menurut hadits Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat. Syarat pertama, memiliki kecenderungan kepada agama. Kedua, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda. Ketiga, sederhana dalam belanja. Kempat, santun dalam bergaul dan selalu melakukan introspeksi.

Kelima, Rasulullah juga bersabda tentang empat faktor yang menjadi sumber kebahagiaan keluarga. Suami dan istri yang setia, shalih dan shalihah, anak-anak yang berbakti pada orang tuanya, lingkungan sosial yang sehat dan rezeki yang dekat.

Hari demi hari tidak boleh belrlalu begitu saja. Anak sebagai buah cinta kita, tumbuh dan berkembang. Langkah kita hari ini menentukan masa depannya. Semoga mereka bisa menjadi pewaris yang kita dambakan. Selama kita setia pada lima hal di atas, InsyaAllah pertolongan Allah akan selalu menaungi keluarga kita. Amin.

Oleh : Prof. Dr. Achmad Mubarok MA.

Majalah Sabili Ed. 16 Th. XV 21 Februari 2008 / 14 Shafar 1429

InsyaAllah kita semua dapat menemukan modal yang dibutuhkan untuk membangun keluarga sakinah seperti yang dianjurkan Allah swt. Amin….

“Allah mempunyai Asmaul Husna. Maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu (QS. Al A’raf : 180)”

Ya rahman, wahai Engkau Yang Maha Pemurah. Sungguh, tak satupun makhluk di langit dan di bumi, yang datang kepada-Mu sebagai seorang hamba. Tak satu pun. Tepat seperti firman-Mu “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai seorang hamba (QS. Maryam : 93)”

Dan ketika seorang hamba datang, mengiba-iba, menyebut nama MU, wahai Ar Rahman, maka dengan seluruh rahmat Kau berikan kasih sayang. Kekasih yang mendekati Sang Maha Kekasih, akan mendapat limpahan kasih. Itulah janji-Nya. Kekasih yang mencintai Sang Maha Kekasih, akan selalu basah bibir dan lidahnya menyebut selalu nama yang tercinta.

Rasul-Mu mengajarkan kepada kami “Apabila kamu memohon, maka memohonlah hanya kepada Allah. Jika kami meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan hanya kepada Allah. Jagalah hak-Nya, maka dia akan menjaga hakmu. Jagalah perintah-Nya, niscaya kamu akan mendapatkan-Nya dihadapanmu. Kenalilah Allah di saat lapang, niscaya Allah akan mengenal di saat sempit dan kesulitan (HR. Tarmidzi & Imam Ahmad).

Mereka yang basah bibir dan lidahnya, dengan kata sederhana Ar Rahman, maka akan mendapat limpahan kasih sayang. Mereka yang selalu terngiang di hati dan benaknya, kata sederhana Ar Rahman, akan selalu menjadi makhluk yang penuh kasih sayang.

Membaca Ar Rahman, akan membuat manusia yang melafadzkan memiliki ingatan yang sangat kuat tentang hikmah dan pelajaran kehidupan. Membaca Ar Rahman, akan membuat seorang manusia yang lemah memiliki pengetahuan yang gilang gemilang. Mebaca Ar Rahman, akan menjaga mereka yang mengucapkan dari ancaman hati yang keras.

Wahai yang Maha Rahman, sungguh, masukkan nama-nama kami ke dalamnya. Karena, mereka yang memiliki ingatan yang kuat atas hikmah, mereka yang mempunyai pengetahuan yang bijaksanam serta mereka yang dihindarkan dari kerasnya hati, adlah golongan yang akan selamat di hari nanti.

Henry Nurdi

Majalah Sabili Ed. 16 Th. XV 21 Februari 2008 / 14 Shafar 1429

logo-pemilu

Untuk memahami sedikit pandangan Islam terhadap Pemilu, marilah kita simak perbincangan antara seorang Kyai dengan salah satu Santri nya.

Santri : Kyai, memilih itu akad wakala?

Kyai : Iya, kenapa?

Santri : Kalau kita memilih pilihan yang buruk, kita juga ikut berdosa?

Kyai : Benar.

Santri : Jadi mending kita tidak memilih donk kyai?

Kyai : (kritis juga niy santri…) bayangkan begini, jika kamu tidak memilih dan akhirnya terpilihlah caleg partai politik yang buruk bahkan yang paling buruk. Bagaimana keadaan rakyat?

Santri : Pasti buruklah kyai!

Kyai : Kalau keadaan buruk itu kamu biarkan terjadi, bagaimana keadaan keimananmu?

Santri : Rendah Kyai.

Kyai : Kalau begitu, kenapa kamu tidak melakukan jihadmu sendiri supaya keadaan rakyat jadi lebih baik?

Santri : Caranya?

Kyai : Ikutlah Pemilu! Pilihlan calon yang terbaik!

Santri : Kalau calonnya buruk semua?

Kyai : Pilih yang terbaik diantara yang buruk itu!

Santri : kenapa begitu kyai?

Kyai : Agar tidak terpilih calon terburuk. Itu CELAKA anakku!

GOLPUT justru bisa berbahaya karena yang terpilih bukan orang-orang yang layak yang kebetulan saja mempunyai uang banyak. Rakyat sungguh sudah dewasa berdemokrasi, para politisi yang justru harus belajar jadi negarawan yang baik!

Dikutip dari sebuah koran selebaran lokal di kota Gorontalo.