Mywhitepurple’s Blog

seminar : memaksimalkan perkembangan otak kanan dan kiri pada anak (part 3)

Posted on: May 10, 2009

Perkembangan otak kanan pada anak.

Pada awal kehidupan seorang anak, aktivitas otak kanan lah yang berfungsi lebih dulu. Karena saat bayi lahir, mereka akan menangis. Menangis adalah suatu respon dari perasaan. Dan sampai umur 5 – 6 tahun otak kanan akan berkembang dan kemudian perkembangannya diikuti oleh perkembangan otak kiri. Inilah yang menjadi alasan mengapa studi kompetensi tidak diberikan sebelum anak berusia 6 tahun. Orang tua sebaiknya hati-hati ketika memilih playgroup dan TK. Cari tahu mengenai program belajar dari sekolah tersebut.

Mengajarkan matematika (mengenalkan angka) dan bahasa inggris memang tidak dilarang, hanya saja sebaiknya mengajarkan sambil bermain dan tidak diberikan tes yang dinilai (layaknya murid SD) setelah pembelajaran. Bila sekolah tetap memberikan studi kompetensi sebelum anak berumur 6 tahun, ada beberapa pengaruh negatif timbul yaitu : anak tidak dapat berpikir cepat dan sistematis, bicara terbata-bata, cepat gugup dan sukar menulis.

Pendidikan sekarang didominasi oleh perkembangan otak kiri. Ketatnya persaingan untuk masuk sekolah dari mulai TK sampai Perguruan Tinggi dan kondisi ekonomi secara umum di masyarakat serta tingginya biaya sekolah sekarang ini secara tidak langsung mendidik anak menjadi materialistis. Anak sekarang lebih memilih sekolah yang dapat menjamin kehidupannya secara ekonomi.

Untuk itu sebaiknya terapkanlah pendidikan yang bersifat demokratis. Biarkan anak berkembang sesuai dengan bakat dan kemampuan yang dia miliki. Semua anak terlahir cerdas di bidangnya masing-masing. Ada 9 macam jenis kecerdasan : Angka, Kata, Gambar, Musik, Tubuh, Teman, Diri, Alam dan Spiritual. Kalau orang tua menghargai setiap anak secara individu maka mereka akan tumbuh dengan semangat, menghargai dan makin terpacu.

Banyak orang tua mengambil tolak ukur kepinteran anak dari nilai matematika anak di sekolah. Padahal kepintaran tidak identik dengan matematika seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Tuntutan untuk memiliki nilai matematika yang bagus membuat anak tertekan dan stres dalam memperlajari matematika. Oleh karena itu banyak anak yang sangat membenci pelajaran matematika. Janganlah terpaku dengan IQ, masih ada peran dari EQ, SQ dan CQ dalam kesuksesan seseorang.

Anak tidak dilahirkan untuk mengikuti atau menuruti semua keinginan orang tuanya. Mereka juga manusia yang sama seperti orang tua nya yang mempunyai keinginan dan kebutuhan mereka sendiri. Sekarang ini banyak orang tua yang sangat bangga kepada anaknya karena anaknya sangat menuruti semua kenginan mereka. Maka makin banyak pula anak yang hidup seperti di dalam penjara. Walau mereka bisa melakukan aktivitas seperti orang normal tapi yang terpenjara disini adalah hati dan pemikiran mereka.

Terdapat perbedaan yang besar antara tuntutan untuk selalu menuruti dan disiplin. Disiplin itu adalah suatu komitmen dalam keluarga. Ada hak dan kewajiban masing-masing di dalam keluarga yang harus selalu ditaati. Hak dan kewajiban itu dapat ditentukan melalui diskusi. Luangkanlah waktu atau tentukanlah hari untuk dapat berdiskusi dan mengeluaran pendapat. Reward dan punishment tentu akan selalu mengikuti suatu peraturan. Hal ini baik selama pemberian punishment tidak disertai emosi dalam menerapkannya tapi lebih pada konsekuensi dari sebuah tindakan. Karean ketegasan itu berbeda dengan kekerasan.

Menurut riset, sekolah di daerah Asia termasuk Indonesia mempunyai kurikulum yang terlalu padat sehingga banyak siswa yang stres hingga depresi. Hal ini sebenarnya sudah menjadi “kekerasan di sekolah”.

tvps2-photo

Kekerasan pada anak tidak hanya dapat terjadi di sekolah. Secara tidak sadar kita terkadang memberi kekerasan pada anak. Sebagian besar kekerasan pada anak melalui media. Banyak tayangan TV yang mengajarkan hal-hal negatif pada anak.

Iklan-iklan : membuat anak berpikir konsumtif.

Sinetron : Banyak sekali kata-kata yang tidak baik, kelicikan, ketamakan dan kekerasan di dalamnya.

Tayangan kriminalitas : Sebaiknya anak tidak diperbolehkan melihatnya saat anda tidak ada mendampingi atau saat anak belum mencapai usia sekolah.

Play station : membuat anak tidak bersosialisasi. Banyak permainan di PS yang mengajarkan hal buruk sperti kekerasan dan pornografi. Sebaiknya berikan anak anda permainan yang lebih mendidik.

Anak berhak terhadap pendidikan yang baik. Kurikulum di sekolah harus ramah terhadap anak-anak sehingga belajar menjadi sesuatu hal yang sangat menyenangkan dan digemari anak-anak. Sistem pendidikan haruslah menghargai dan memancing kreativitas anak.

Setiap anak adalah unik. Orang tua sangat tidak dianjurkan untuk membanding-bandingkan antara anak di keluarga maupun dengan anak-anak yang ada di lingkungan sekitar. Mereka unik sama seperti bunga yang penuh variasi. Bagaimana anda mendidiknya dan mencontohkan pengalaman hidup begitulah dia akan menjadi nantinya karena anak adalah peniru yang terbaik! Bangunlah konsep positif agar dia manjadi orang yang positif. Bila anda terapkan konsep negatif maka negatif lah dia.

Sebagai orang tua, anda juga harus terus belajar karena anak juga terus berkembang. Tidak selalu orang tua lebih pintar, lebih baik, lebih mengerti dan lebih tahu akan segalanya. Memang pengalaman hidup orang tua jelas lebih banyak dari seorang anak. Namun jaman terus berganti, tidak selamanya apa yang baik dahulu, baik juga untuk diterapkan sekarang. Anak yang selalu diatur akan membuatnya berkembang menjadi anak yang tidak percaya diri. bBerikan mereka kesempatan untuk berkreasi. Seorang anak itu mengerti bahwa apapun yang dilakukan orang tua pasti untuk kebaikan dirinya. Saling pengertian akan menjembatani perbedaan yang kerap terjadi antara anak dan orang tua.

panah2

Bila dapat diumpamakan. Seorang anak adalah Anak Panah. Orang tua adalah Busur. Dan yang menembakkannya adalah Allah. Suatu saat busur harus rela melepaskan anak panahnya. Biarkan anak panah melasat ke tempat yang dia inginkan. Jangan terlalu khawatir karena Allah yang akan mengarahkan mereka.

Tidak ada anak yang tidak nakal. Nakal saat anak-anak itu sebuah kewajaran karena mereka memang masih belajar banyak hal. Tinggal bagaimana orang tua menyikapi kenakalan mereka. Ambilah sisi positif dari setiap kenakalan mereka. Misalnya anak sering mencoret-coret dinding. Pikirkan bahwa dia sedang mengekspresikan perasaan dan kenginannya. Sebaiknya orang tua tidak melarangnya tapi memberitahukan kepada anak bahwa mencoret dinding akan membuat dinding jelek dan kotor. Kemudian siapkan papan tulis atau perbolehkan dia mencoret-coret di dinding belakang rumah. Katakan itu dindingnya sehingga dia berhak mengekspresikan perasaannya disitu. Intinya sediakan media untuk dia menyalurkan energi, perasaan dan keingintahuannya. Karena waktu tidak dapat dibalik, selagi anak mampu dan mau kita harus berusaha untuk mendukungnya.

Permasalahn lain yang sering timbul adalah saat kedua orang tua berkerja atau seorang ibu yang mempunyai beberapa orang anak dan juga mengerjakan segala pekerjaan rumah tangga sendiri. Alasan capek dan sibuk sering sekali menjadi alat untuk orang tua untuk absen dari kewajibannya memberikan waktu dan kasih sayang kepada anak-anaknya. Ingatlah bahwa kasih sayang tidak dapat digantikan dengan pemberian berupa sesuatu yang fisik. Anda bekerja untuk anak anda jadi jangan sampai anda biarkan pekerjaan mengambil hubungan baik anda dengan anak anda.

2 Responses to "seminar : memaksimalkan perkembangan otak kanan dan kiri pada anak (part 3)"

tx 4 info…

bagus tia artikelnya…i like it…;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: